Pertemuan kami dimulai di masa putih biru, saat masih duduk di bangku SMP. Kala itu, semuanya terasa sederhana—sekadar saling mengenal tanpa pernah menyangka bahwa cerita ini akan terus berlanjut.
Waktu membawa kami ke jalan masing-masing. Saat SMA, kami sempat berpisah dan menjalani kehidupan yang berbeda. Hari-hari berlalu, hingga aku melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, sementara dia bekerja di Jogja. Jarak dan kesibukan membuat cerita kami seolah menjadi kenangan.
Namun takdir selalu punya caranya sendiri. Di penghujung masa perkuliahanku, kami dipertemukan kembali. Pertemuan itu bukan lagi seperti dulu—ada rasa yang lebih matang, keyakinan yang lebih kuat, dan tujuan yang semakin jelas.
Dengan penuh keberanian, kami melangkah untuk saling memperkenalkan kepada kedua orang tua. Sebuah langkah besar yang membawa kami pada keseriusan. Tak lama setelah itu, kami melangsungkan lamaran sebagai tanda kesungguhan hati.
Hingga akhirnya, kami memilih untuk mengikat janji suci dalam pernikahan. Dari pertemuan sederhana di masa remaja, hingga kembali dipertemukan dalam waktu yang tepat—kami percaya, ini adalah perjalanan yang telah dituliskan dengan begitu indah.