"Dari jarak yang memisahkan, hingga ikatan yang menyatukan selamanya..."
Awalnya, kami berpikir hubungan ini hanya akan berjalan satu atau dua tahun saja. Namun, takdir berkata lain. Selama bertahun-tahun, jarak ribuan kilometer menjadi teman setia kisah cinta kami.
Hari-hari kami diisi dengan pesan singkat yang dikirim di sela kesibukan, panggilan telepon yang sering terputus karena sinyal yang tak bersahabat, dan tidur hanya ditemani rindu. Kami melewati hari bahagia maupun hari sulit tanpa kehadiran fisik satu sama lain. Ada masa di mana rasa lelah mendera, keraguan datang mengetuk pintu, dan ujian kepercayaan datang silih berganti menguji keteguhan hati kami. Berkali-kali kami diuji, berkali-kali pula kami merasa hampir menyerah, namun doa dan keyakinan bahwa Tuhan akan menyatukan kami menjadi kekuatan terbesar kami.
Kami belajar untuk setia dalam diam, percaya dalam keterbatasan, dan saling menguatkan meski hanya lewat layar. Setiap pertemuan singkat yang kami miliki terasa sangat berharga, dan setiap perpisahan selalu dibalut dengan janji: "Kita akan bersatu selamanya nanti."
Dan hari ini, setelah menempuh perjalanan panjang bertahun-tahun, setelah melewati segala badai dan air mata rindu, akhirnya janji itu menjadi nyata. Jarak yang dulu memisahkan raga kami kini telah runtuh sepenuhnya. Dengan penuh rasa syukur dan bahagia, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan menjadi saksi momen terindah dalam hidup kami, di mana rindu yang bertahun-tahun lamanya akhirnya berlabuh selamanya dalam ikatan pernikahan yang suci.
Kami,
Muktazah Adila S. Pd., Gr & Muh. Abdul aziz