Di bawah langit Bumi Pasundan,
saat gerimis tipis menyapa perlahan kota Bandung, aku termenung dalam lamunan yang tak pernah benar-benar usai.
Layar kecil sering menampilkan cerita—
tentang dua hati yang saling menemukan,
yang diam-diam pernah kuinginkan hadir dalam hidupku.
Aku pernah berada di titik bertanya,
apakah semesta lupa menuliskan bahagiaku?
Namun ternyata, dunia tahu caranya bekerja—
dalam langit kelabu yang nyaris kehilangan warna,ia datang perlahan,
mewarnai hari-hariku yang sempat tinggal abu dan hening.
Dan ketika hari itu tiba,
aku mengerti…
bahwa ia adalah jawaban dari doa-doa panjangku yang pernah kupanjatkan dalam diam.
Kini, di ambang langkah menuju satu janji,
cinta ini tak lagi sekadar rasa,
melainkan keberanian untuk menetap,
untuk saling menggenggam di hari-hari yang belum kita kenal.
Kita bukan lagi dua cerita yang berjalan sendiri,
melainkan satu kisah yang sedang ditulis bersama—
menuju hari di mana waktu akan bersaksi,
bahwa cinta ini bukan hanya tentang menemukan, tetapi juga tentang memilih,
dan menetap… selamanya.