Tak ada yang menyangka, pertemuan kami bermula dari Facebook Mulani Holong di tahun 2020, tepat saat dunia sedang dilanda pandemi Covid. Sebuah perjalanan menuju RS Medistra yang penuh drama justru menjadi awal kisah kami hingga sampai sejauh ini. Pertemuan pertama itu menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Saat itu, aku (si perempuan) dengan ceplas-ceplosnya berkata ini dan itu, berharap agar Sian—nama panggilan sayang kami—tidak menyukaiku. Hehehe. Namun jika hubungan dan pernikahan ini bukan rencana Tuhan, mungkin sejak lama Sian sudah pergi meninggalkanku.
Putus nyambung bukanlah hal baru dalam perjalanan kami. Kata “putus” begitu mudah terucap dari mulutku, dan memblokir semua media sosial Sian sudah menjadi “senjata” saat kami berselisih paham. Terlebih karena hubungan jarak jauh (LDR), godaan dan ujian menjadi bumbu dalam hubungan kami.
Kami sempat memutuskan untuk berpacaran di tahun 2022, namun hanya bertahan dua bulan sebelum akhirnya lost contact. Kembali lagi di tahun 2023, lalu berpisah kembali sekitar tiga bulan. Kami tidak pernah benar-benar berniat serius hingga tahun 2024 menghampiri. Setelah lelah berkelana dan berjalan sendiri-sendiri, kami memantapkan hati untuk saling mengasihi.
Memasuki tahun 2025, ketakutan dan berbagai tekanan kembali membuatku ingin mengakhiri hubungan. Namun bagi Sian, kami tidak pernah benar-benar putus. Dengan kesabaran dan ketenangannya, ia terus meyakinkanku akan keseriusannya dan keinginannya untuk melamarku. 🥰
Sian bagaikan air yang tenang. Dengan kebaikan dan ketulusannya, akhirnya aku—dengan segala sifat keras dan apa adanya—memilihnya sebagai sandaran hati dan teman hidup.